Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
alsin
eproduk
Agritek
banner1
banner2

Publications

Event

<<  Oktober 2014  >>
 Sen  Sel  Rab  Kam  Jum  Sab  Min 
    1  2  3  4  5
  6  7  8  9101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

USER ONLINE

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday14
mod_vvisit_counterAll126718
PENGEMBANGAN INOVASI PERTANIAN MELALUI INISIASI LOKAL DI KABUPATEN TEMANGGUNG DAN BLORA (2007) PDF Cetak E-mail
Sularno, Suharno, Warsana










Pendahuluan Proyek Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI) dalam pembangunan desa miskin di Kabupaten Temanggung dan Blora, mengakomodasikan dengan kegiatan inisiasi lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan rangsangan terhadap perkembangan inovasi dibidang pertanian yang telah dikembangkan oleh kelompok tani, perguruan tinggi, teknisi lapangan, penyuluh pertanian, sektor swasta, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang difasilitasi untuk melakukan kegiatan berupa inovasi produksi dan inovasi pemasaran produk pertanian, termasuk inovasi agribisnis, setelah sebelumnya melalui proses pengajuan proposal kegiatan yang akan dilaksanakan. sesuai dengan panduan umum kegiatan inisiatif lokal. Tujuan Tujuan kegiatan ini adalah mefasilitasi inisiasi lokal untuk mengembangan inovasi produksi pertanian dan pemasaran produk lokal yang diperlukan oleh para petani miskin di Kabupaten Temanggung dan Blora, serta untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani miskin melalui inovasi teknologi pertanian yang telah ada di daerah. Sosialisasi kegiatan. Sosialisasi kegiatan ke PIU dan Dinas Pertanian Kabupaten Temanggung dan Blora dengan melalui surat dilakukan mulai bulan Pebruari 2007. Dilanjutkan koordinasi dan sosialisasi melalui telepon ke PIU Kabupaten Temanggung dan Blora. Pada bulan Maret 2007 koordinasi dan sosialisasi langsung ke PIU Kabupaten Temanggung. Bulan Mei 2007 koordinasi dan sosialisasi lagi ke PIU Kabupaten Temanggung dan Blora. Pada bulan Juni 2007 sosialisasi lagi langsung ke seluruh PPL, Kelompok Tani sekabupaten Blora di Malang. Proposal Yang Masuk Kegiatan inisiasi lokal pada Tahun Anggaran 2007 yang mengajukan proposal hanya dari Kabupaten Temanggung, sedangkan dari Kabupaten Blora sampai dengan bulan Oktober tidak mengajukan proposal karena berbagai permasalahan. Dari Kabupaten Temanggung ada 4 (empat) proposal yang masuk. Dari ke-empat proposal setelah diseleksi dan evaluasi pertama oleh tim PIU, Dinas Pertanian Kabupaten Temanggung dan BPTP Jawa Tengah bahwa keempat proposal harus diperbaiki terlebih dahulu sesuai dengan paduan umum kegiatan inisiasi lokal. Dari keempat proposal setelah diperbaiki dilakukan seleksi dan evaluasi tahap kedua dengan hasil yang layak untuk didanai dari P4MI hanya 3 (tiga) proposal. Adapun dari ketiga proposal tersebut yaitu dengan judul : 1. Teknologi Rumen Sapi Untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah dan Produk Pertanian oleh UPT Dinas Pertanian Kecamatan Kaloran. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain meliputi : a. Pembuatan bakteri rumen sapi sebagai bakteri probiotik, b. Pengolahan urine sapi (Ferumsa plus) sebagai pupuk susulan, c. Pengolahan pupuk organik, d. Budidaya tanaman padi dengan menerapkan PTT, dan e. .Pemeliharaan sapi unggul dengan perbaikan kandang. 2. Pengembangan Sistem Pertanian Terpadu oleh Kelompok Tani “Surya Tani Organik” Desa Tlogowero Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung. Kegiatan yang dilakukan meliputi: a. Pembuatan pupuk organik cair dan pupuk organik padat, b. Budidaya tanaman hortikultura yaitu tanaman tomat dan cabe yang ramah lingkungan c. Pembuatan pakan ternak dengan memanfaatkan limbah pertanian, dan d. Pemeliharaan sapi dengan perbaikan kandang dan pakan. 3. Pengolahan Hasil Pertanian oleh Kelompok Wanita Tani “Putri Mandiri” Desa Tlogowero Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung. Kegiatan awal dalam kelompok ini ada 2 yaitu a. Pembuatan kripik jagung, b. Pembuatan cistik waluh. Di dalam pelaksanaan kegiatan berkembang 2 kegiatan lagi yaitu a. Pembuatan cistik jagung dan b. Pembuatan jenang waluh. Hasil Kegiatan 1. Teknologi Rumen Sapi Untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah dan Produk Pertanian Oleh UPT Dinas Pertanian Kecamatan Kaloran. • Pembiakan bakteri rumen sapi awalnya yang melakukan hanya satu orang dengan produksi 80 liter dalam satu bulan. Hasilnya untuk memenuhi kelompok tani sendiri dan sebagian dipasarkan di kecamatan kaloran saja. Setelah legiatan inisiasi lokal masuk yang melakukan pengembangan pembiakan sudah satu kelompok tani dengan produksi 80 liter per minggu. Hasilnya disamping untuk memenuhi kelompok tani di wilayah kecamatan Kaloran, pemasarannya sudah meluas sampai kecamatan Bansari, Candiroto, Kandangan, Parakan, Wonoboyo, Bendono dan Pringsurat dengan harga Rp. 5.000,-/liter. • Pembuatan ferunsa plus yang awalnya pelakunya hanya 1 orang dengan hasil produksi dalam satu bulan 50 liter, hasilnya untuk memenuhi kebutuhan di wilayah kecamatan Kaloran. Saat ini yang memproduksi sebanyak 40 orang dan produksi sudah mencapai 250 liter per bulan, dan pemasaran hasilnya sudah berkembang ke wilayah Kecamatan Candiroto, Kandangan, Bansari, Parakan, Wonoboyo, Bendono, Pringsurat dan Kranggan. Harga jual Rp. 5.000,-/liter. • Budidaya padi varietas Ciherang dengan penerapan inovasi teknologi PTT dan penggunaan pupuk organik. Dari kegiatan ini dapat menekan penggunaan pupuk kimia antara 1/3 sampai dengan 50 % dari dosis normal. Produksi padi varietas Ciherang sebelumnya dari hasil ubinan 2,5 x 2,5 m sebanyak 6,15 kg, setelah adanya penerapan teknologi PTT produksinya menjadi 9,30 kg (meningkat 33,8 %). • Pemeliharaan ternak sapi untuk pengemukan. Sebelumnya pemeliharaan ternak apa adanya, kandang sederhana dan pakan hanya hijauan. Setelah adanya kegiatan inisiasi lokal kandang diperbaiki dilengkapi tempat pakan, lantai diplester, dibersihkan pagi dan sore, disamping pakan hijauan juga diberi pakan tambahan jerami dan konsentrat dari hasil pembuatan kelompok tani sendiri. 2. Pengembangan Sistem Pertanian Terpadu oleh Kelompok Tani “Surya Tani Organik” Desa Tlogowero Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung. Dalam kelompok tani ini telah melakukan : • Kegiatan pembuatan pupuk organik cair Kegiatan ini sebelumnya dengan cara memanfaatkan dari hasil limbah cair (urine sapi) ternak sapi yang ada di kelompok tani di Desa Tlogowero hasil produksinya 300 liter/bulan. Setelah ada kegiatan inisiasi lokal dengan penambahan 2 ekor ternak sapi sekarang produksinya bisa mencapai 500 liter/bulan. Hasil produksi pupuk cair organik pengunaannya diutamakan untuk memenuhi kepentingan anggota kelompok tani terlebih dahulu. Permintaan dari luar sebenarnya sudah ada yaitu dari kelompok tani yang berasal dari Kabupaten Banyumas, namun Kelompok Tani Surya Tani Organik belum berani melayani, karena belum ada uji laboratorium terhadap kandungan isi pupuk cair organik yang dibuatnya tersebut. • Pembuatan pupuk organik padat. Dalam pembuatan pupuk organik padat sebelumnya dengan memanfaatkan limbah kotoran ternak sapi berupa pupuk kandang yang ada di Desa Tlogowero dalam waktu satu bulan menghasilkan 0,5 ton. Setelah ada kegiatan inisiasi lokal volume pembuatan pupuk organik padat saat ini bertambah menjadi 0,8 ton per bulan setelah memanfaatkan kotoran dari kambing dan domba serta tambahan 2 ekor ternak sapi sebagai tambahan bahan baku. Mengingat populasi ternak kambing dan domba di Desa Tlogowero cukup tersedia, karena sebagian anggota kelompok tani juga memelihara ternak kambing dan domba sebagai tambahan penghasilan di luar budi daya tanaman hortikultura dan tembakau. • Budidaya hortikultura tanaman cabe dan tomat. Pada kegiatan budidaya tanaman cabe dan tomat setelah dilakukan penanaman dari hasil pengamatn di lapangan pada tahap awal pertumbuhan sangat baik dan dengan penerapan teknologi ramah lingkungan yaitu dengan penggunaan tambahan pupuk dan pestisida organik disamping tanaman tumbuh lebih sehat, hama dan penyakit yang ada sangat kurang bila dibandingkan dengan kebiasaan petani setempat yang pada umumnya dalam melaksanakan penanaman hortikultura masih menerapkan pola pertanian konvensional. Untuk hasil produksi baik untuk tanaman tomat maupun cabe sampai saat ini belum panen sehingga hasil yang riil belum bisa diketahui. Namun sebagai gambaran bahwa di Desa Tlogowero pada lokasi kegiatan untuk tanaman tomat hasil panen musim tanam sebelumnya produksinya mencapai 2 s/d 2,5 kg per tanaman dengan populasi 16.000 tanaman/ha. Sedangkan untuk tanaman cabe juga hasil panen pada waktu sebelumnya produksinya mencapai 0,8 s/d 1 kg per tanaman. dengan populasi 16.000 tanaman/ha. • Pengolahan Limbah Pertanian Untuk Pakan Ternak. Untuk kebutuhan pakan ternak sapi di Kelompok Tani ”Surya Tani Organik” para anggotanya telah mampu menerapkan teknologi pengolahan limbah pertanian yang diolah menjadi pakan ternak yaitu dengan melakukan pengolahan jerami kering dengan perlakuan fermentasi. Hasilnya dapat dijadikan sebagai tambahan pakan untuk makanan ternak. Disamping itu dikelompok tani tersebut para anggotanya juga sudah bisa membuat pakan konsentrat setelah ada bimbingan dari BPTP Jawa Tengah. Pakan konsentrat tersebut juga diperuntukan sebagai pakan tambahan. Pakan ternak tersebut disamping untuk pakan tambahan, juga untuk mengantisipasi kekurangan pakan pada musim kemarau. Dengan adanya pakan ternak dari hasil buatan sendiri tersebut kebutuhan pakan ternak dapat terpenuhi. • Melaksanakan pemeliharaan ternak sapi khususnya untuk pengembangan anakan. Dalam kegiatan ini dengan perbaikan kandang yaitu lantainay diplester agar mudah membersihkan dan mudah untuk mengambil urine sapinya. Kegiatan pemeliharaan sapi ini diarahkan khususnya untuk pengembangan anakan. Dalam pemeliharaan sapi ini dilakukan secara berkelompok karena sapi tersebut merupakan aset kelompok tani (milik bersama), sehingga dalam melaksanakan pemeliharaan ternak tersebut menjadi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu mulai dari perawatan sehari-hari sampai dengan mencukupi kebutuhan pakan hijauan dilakukan dengan cara bergilir yaitu dalam kurun waktu satu minggu dari hari pertama sampai dengan hari terakhir ada yang bertugas menjaga kebersihan kandang, merawat ternak dan mencari pakan serta memberi pakan dan minum sesuai dengan jadual dari masing-masing petugas. Disamping pakan hijaun juga diberi pakan tambahan jerami yang telah difermentasi dan pakan konsentrat dari hasil produk kelompok sendiri. 3. Pengolahan Hasil Pertanian Oleh Kelompok Wanita Tani “Putri Mandiri Desa Tlogowero Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung. Dalam kegiatan pengolahan hasil pada kelompok wanita tani ini telah melakukan: • Pembuatan keiripik jagung dan cistik waluh. Dalam pengolahan hasil keripik jagung produksinya dalam satu minggu selama ini baru mampu memproduksi 3 kg, sedangkan untuk cistik waluh baru mampu memproduksi sebanyak 4 kg. Untuk pemasaran hasil olahan masih diwilayah desa Tlogowero dengan cara menitipkan di warung-warung. Harga jual untuk keripik jagung Rp 15.000,- per kg, sedangkan untuk cistik waluh Rp 16.000,- per kg. Setelah ada kegiatan inisiasi lokal masuk ke dalam kelompok wanita tani “Putri Mandiri” Hasil produksi untuk keripik jagung sudah mencapai 42 kg per minggu, sedangkan untuk cistik waluh hasil olahannya sudah mampu memproduksi 63 kg per minggu. Harga jual keripik jagung Rp 20.000,- per kg. Sedangkan untuk cistik waluh harganya Rp 18.000,- per kg. • Selain produk keripik jagung dan cistik waluh, setelah ada kegiatan inisiasi lokal jenis olahan bertambah yaitu cistik jagung dan jenang waluh. Untuk cistik jagung sudah mampu memproduksi 21 kg per minggu, sedangkan untuk jenang waluh per minggu sudah mampu memproduksi 14 kg. Harga jual cistik jagung Rp 20.000,- per kg. Sedangkan untuk jenang waluh dengan harga Rp 20.000,- per kg. • Untuk pemasaran hasil produksinya setelah adanya kegiatan inisiasi lokal, pemasaran hasil produksinya disamping di pasarkan di warung-warung desa Tlogowero, dan desa sekitarnya, wilayah Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung juga sudah mulai ke wilayah lain yaitu sudah dapat dipasarkan ke toko-toko yang menjual oleh-oleh makanan yang ada di Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung dan wilayah Secang Kabupaten Magelang.Dalam pembuatan produk olahan ini tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga masa kadaluarsa hasil produk olahan tersebut tahan lama, untuk keripik jagung 2 bulan, untuk cistik waluh dan cistik jagung 2 bulan dan untuk jenang waluh 1 bulan masih aman untuk dikonsumsi. Semua hasil olahan sudah mendapat ijin dari Departemen Kesehatan yaitu dengan ijin nomor P.IRT NO : 215332301418. Dari ketiga kegiatan tersebut diatas telah dilakukan oleh masing-masing penanggung jawab beserta para anggotanya secara partisipatif sampai dengan akhir bulan Desember 2007. Masing-masing kegiatan telah dilaksanakan dengan baik dan mempunyai prospek yang cukup baik serta sangat membantu kepada para petani miskin di wilayah Kecamatan Kaloran dan Kecamatan Bansari kabupaten Temanggung. Namun demikian untuk kedepannya dalam mengembangkan kegiatan tersebut masih diperlukan dukungan pihak terkait berupa pendampingan, dan bimbingan pada khususnya untuk kelembagaan perlu diprioritaskan untuk menunjang pelaksanakan kegiatan ditahun berikutnya.
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com