Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

DATA SATELIT PROVINSI JATENG

Banner5
Banner3
PHSL IRRI
banner2
Banner4
MKRPL
katam

Publikasi

Kalender Kegiatan

<<  Mar 2015  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
        1
  2  3  4  5  6  7  8
  9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031     

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini513
mod_vvisit_counterMinggu Ini2784
mod_vvisit_counterBulan Ini3658
mod_vvisit_counterSemua247661

Video



Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module

Link Terkait

Polling

Bagaimana Pendapat Anda Tantang Website Ini?
 

Info Teknologi

Es Krim Ubi Jalar

article thumbnail



Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu bahan pangan sumber karbohidrat yang kandungannya mencapai 80-90 % dari berat keringnya. Daging umbi ada yang [ ... ]


Biokult dalam Pakan Penggemukan Domba

article thumbnail



Biokult merupakan sebutan untuk probiotik yang digunakan dalam pakan penggemukan domba dalam inovasi teknologi yang dikaji BPTP Jawa Tengah. Probiotik yang dimaksud di [ ... ]


Mengenal Penyakit Reproduksi pada Sapi

article thumbnail



Gangguan reproduksi pada sapi potong yang sering mengakibatkan kegagalan dalam proses kelahiran antara lain Prolapsus, Retensi Plasenta, Distokia, dan Keluron. Penagg [ ... ]


Produk Olahan Stroberi

article thumbnail



Buah stroberi cepat rusak apabila sudah dipanen. Untuk mengatasi/mengurangi kerusakan setelah panen pada buah stroberi dapat dilakukan dengan mengolah buah stroberi  [ ... ]


Manajemen Zooteknis Untuk Meningkatkan Produksi Ternak

article thumbnail



Manajemen zooteknis meliputi manajemen perkandangan, cara pemberian pakan, dan penanganan kesehatan ternak serta kebersihan lingkungan. Cara-cara pengelolaan ternak in [ ... ]


Tatalaksana Pemeliharaan Sapi

article thumbnail



Tatalaksana pemeliharaan sapi diantaranya termasuk juga program kesehatan ternak adalah suatu program penjagaan kesehatan ternak secara terpadu dalam suatu usaha pete [ ... ]


Teknologi Lainnya ..


Sosialisasi KATAM dan Pertanian Ramah Lingkungan Kendal PDF Cetak E-mail
Berita

Peserta sosialisasi KATAMNarasumber Sosialisasi di KendalAcara sosialisasi kalender tanam (KATAM) dan varietas unggul baru (VUB), dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal pada Selasa, 16 September 2014. Peserta yang hadir sebanyak 25 orang terdiri dari unsur Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) dan Unit Pelaksana Tehnis Daerah (UPTD) wilayah I dan II Kabupaten Kendal, koordinator penyuluh, dan penyuluh di wilayah Kecamatan Cepiring, Kangkung, Gemuh, dan Patebon beserta POPT-PHP Kecamatan Cepiring dan Kecamatan Patebon. Bapak Irfan Boni, SP selaku kepala UPTD Dinas Pertanian, membuka acara ini. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa petani masih sulit beralih dari varietas yang biasa digunakan yaitu Situbagendit. Wilayah Kendal, kalender tanam (KATAM) belum diterapkan sehingga budidaya masih berdasarkan kebiasaan dan "feeling” petani. Sosialisasi KATAM ini diharapkan akan menambah wawasan bagi para petugas. Pada pertemuan ini dipaparkan 3 (tiga) Materi yaitu u 1) Antisipasi perubahan Iklim oleh Ir. Meinarti Norma Setiapermas, Msi, 2) Model Pertanian Ramah Lingkungan menuju Pertanian Berkelanjutan oleh Dr. Forita Dyah Arianti, M. Si dan 3) KATAM oleh Anggi Sahru Romdon, SP. Dalam paparannya, Meinarti Norma M.Si menyampaikan Authomatic Wheather System (AWS) dan perkembangan kegiatan pengkajian validasi KATAM yang ada di lapangan. Dr. Forita Dyah Arianti, M.Si. menyampaikan tentang pertanian ramah lingkungan yang mampu meningkatkan produksi dan produktivitas padi. Beberapa model pertanian ramah lingkungan antara lain dengan menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan selama budidaya, adaptif terhadap perubahan iklim, penerapan dan pengendalian hama terpadu, rendah cemaran logam berat, pemanfaatan limbah kotoran untuk bioenergi, pemanfaatan sumberdaya lokal dan biodiversitas yang terjaga. Menurut Anggi Sahru Romdon, SP. bahwa KATAM sudah diluncurkan sejak tahun 2007 dan dapat diakses melalui web (internet) namun ada kendala karena keterbatasan sarana dan prasarana. Untuk mempermudah penggunaan KATAM maka saat ini telah diluncurkan KATAM menggunakan short message service (SMS) dan HP berbasis android. Acara sosialisasi ini juga menjadi sarana BPTP untuk memperoleh umpan balik dari petugas terkait KATAM. (Nur Fitriana, Sri Minarsih)

 
Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan PDF Cetak E-mail
Berita

Gubernur Jateng, memberikan sambutannyaPembukaan secara resmi gebyar perbenihanGebyar perbenihan tanaman pangan 2014 dilaksanakan selama 2 hari (10 – 11 September 2014) di Desa Karangduren, Kecamatan Sawit, Boyolali, dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Gebyar perbenihan ini merupakan unjuk kerja perbenihan tanaman pangan. Kegiatan ini bertujuan untuk 1) mempertemukan kepentingan produsen dan konsumen 2) sumber edukasi sekaligus sebagai sarana informasi bagi masyarakat, 3) media sosialisasi dan diseminasi hasil-hasil teknologi perbenihan tanaman pangan. Benih yang adaptif dan inovatif dihasilkan oleh instansi pemerintah seperti Balai Penelitian Tanaman Pangan, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih juga oleh produsen-produsen benih non pemerintah seperti PP. Kerja, PT. Pertani. Gubernur Jateng dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan gebyar perbenihan merupakan kegiatan penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Banyaknya varietas unggul baru yang sekarang dihasilkan oleh para ahli menjadi alternatif pilihan bagi petani agar bisa mendapatkan varietas yang spesifik lokasi. Harapannya, potensi varietas unggul tersebut dapat tercapai yang akhirnya produktivitas dapat meningkat. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah alih fungsi lahan produktif sehingga diperlukan aturan khusus guna melindungi lahan-lahan tersebut. Kepemilikan lahan petani saat ini beralih, karena petani memerlukan jaminan baik pangan, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lain. Dilain pihak ada iming-iming dari pihak yang menginginkan lahan petani. Upaya pemerintah yang dilakukan saat ini dalam melindungi petani agar giat menggarap sawahnya melalui pemberian insentif salah satunya berupa subsidi benih dan pupuk sehingga lahan pertanian produktif tidak terjadi alih fungsi. Sama halnya Gubernur Jawa Tengah, Bupati Boyolali Seno Samudro saat menyampaikan ucapan selamat datang menyebutkan bahwa sektor pertanian menyumbang sangat besar dalam produk domestik bruto “sekitar 35,7% disumbang oleh sektor pertanian” katanya. Di Boyolali akan diupayakan pembebasan pajak bagi petani yang mempunyai lahan pertanian di bawah 0,5 ha “saat ini sedang disusun naskah akdemiknya untuk diajukan ke DPRD” lanjut beliau. Upaya tersebut dilakukan agar lahan-lahan produktif dapat terlindungi sehingga petani tidak menjual lahan usahataninya. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 32 instansi baik instansi pemerintah maupun swasta yang menangani perbenihan sedangkan rangkaian kegiatan gebyar perbenihan adalah display tanaman pangan (padi, kedelai, jagung ddan kacang tanah), pameran, saresehan pengembangan perbenihan kedelai, temu teknologi perbenihan padi inbrida, padi hibrida, aneka kacang dan umbi dan temu usaha perbenihan (ASR)

 
Evaluasi Kegiatan BPTP Jawa Tengah PDF Cetak E-mail
Berita

DR. Moh Ismail Wahab, saat memberi pengarahanPara peserta seminar tengah tahunEvaluasi kegiatan pengkajian dan diseminasi yang dilaksanakan dalam seminar hasil tengah tahun BPTP JawaTengah dilaksanakan selama 2 hari, Kamis – Jumat, 11-12 September 2014. Tujuan dari seminar tengah tahun adalah untuk menyampaikan sejauh mana hasil-hasil kegiatan 2014 yang telah dicapai sekaligus sebagai media evaluasi dari kegiatan yang telah dilaksanakan di lapangan termasuk kendala dan masalah yang akan dicari solusinya. Melalui forum seminar ini diharapkan banyak saran dan masukan untuk mendapatkan jalan keluar dari permasalahan kegiatan yang sedang berjalan. Seminar diikuti oleh seluruh peneliti, penyuluh, dan teknisi, serta fungsional lain lingkup BPTP Jateng. Acara dibuka oleh Kasie Kerjasama Penelitian dan Pengkajian Dr. Forita Dyah Arianti dan dilanjutkan pengarahan oleh Kepala BPTP Jateng Dr. Moh. Ismail Wahab. Dalam pengarahannya Ka BPTP berpesan agar seluruh peserta supaya berpartisipasi dan berperan aktif memberikan masukan dan saran perbaikan Seminar menyajikan 32 makalah dari kegiatan penelitian dan pengkajian serta diseminasi. Pada hari pertama dipresentasikan 18 makalah dan pada hari kedua 14 makalah. Para peserta seminar cukup antusias dalam memberikan saran maupun masukan pada diskusi yang disediakan pada setiap akhir sesi. (UN/AT)

 
Petani Kendal Berminat Tanam Inpari 30 PDF Cetak E-mail
Berita

kendalBerawal dari Temu Lapang yang diselenggarakan oleh BPTP Jawa Tengah petani berminat untuk menanam Inpari 30 dengan menggunakan sisitim tanam jajar legowo, karena terbukti hasilnya lebih baik. Temu Lapang display varietas unggul baru Inpari 10, 20 dan 30 dengan sistim tanam jajar legowo dilaksanakan pada 9 September 2014 di Desa Tamangede. Hadir dalam kesempatan tersebut petani dari Kecamatan Gemuh dan Cepiring, Camat Gemuh, Kepala Dinas Pertanian Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan Kab. Kendal, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kab. Kendal dan Penyuluh se Kabupaten Kendal.

Dalam sambutannya Ir. Ekaningtyas Kushartanti, MP selaku yang mewakili Kepala BPTP Jawa Tengah memberikan arahan bahwa inovasi teknologi varietas unggul baru dengan  sistim tanam jajar legowo mampu memberikan hasil panen yang tinggi, karena sisitim ini memberikan tambahan populasi tanaman per satuan luas dan terdapat ruang kosong memanjang sehingga memudahkan dalam pemeliharaannya. Hasil penelitian dengan menggunakan sisitim tanam jajar legowo  ini menunjukkan bahwa rumpun padi yang berada di pinggir hasilnya 1,5 – 2 kali lebih tinggi dibandingkan tanaman padi yang berada di bagian dalam. Dengan demikian kontribusi jajar legowo terhadap peningkatakan produksi padi mampu mencapai 18,7%.

Setelah serangkaian acara sambutan, dilanjutkan dengan diskusi dengan para petani yang hadir dalam temu lapang tersebut. Salah satu pertanyaan yang disampaikan petani kepada narasumber adalah keinginan mereka mendapatkan benih Inpari 30 karena terbukti hasilnya lebih baik dibandingkan dengan lainnya. Berikut hasil ubinan display varietas Inpari 10, 20, dan 30,


Varietas Hasil (ton/ha) GKG Kadar air
Inpari 10 7,9 23,7
Inpari 20 6,3 22,4
Inpari 30 8,1 24,0

Inpari 30 menunjukkan hasil yang lebih tinggi, namun memiliki kadar air sedikit lebih tinggi dibandingkan lainya. Sebagian besar petani yang hadir dalam temu lapang lebih  berminat pada Inpari 30 kemudian disusul dengan Inpari 10, dan Inpari 20. Proses difusi dan adopsi teknologi sudah mulai terlihat dalam pertemuan tersebut. Akhirnya temu lapang dislay VUB menjadi penting dalam rangka difusi dan adopsi teknologi VUB dan beberapa komponen PTT lainnya.  Petani memerlukan informasi dan hasil nyata di lapangan. (WH)

 
Petani Karanganyar dan Bawang Putih Ramah Lingkungan PDF Cetak E-mail
Berita

bejopanenPak Bejo, salah seorang petani bawang putih kooperator BPTP Jateng merasa ‘bejo’ alias beruntung karena mendapat kesempatan mengadopsi teknologi budidaya bawang putih yang ramah lingkungan dari BPTP Jateng. Beberapa hal baru dan berbeda dari yang biasa dilakukan adalah, 1. Teknik perendaman bibit dan penghematan penggunaan pupuk, 2. Perbedaan periode pemupukan,  3. Jenis pupuk yang digunakan berbeda (organik) 4. Perbedaan jarak tanam, 5. Alat untuk menanam bibit, 6. Penggunaan agensi hayati dan fungisida. Hal tersebut beliau ungkapkan pada Temu Lapang Budidaya Bawang Putih Ramah Lingkungan, 5 September 2014. Temu lapang ini bagian dari kegiatan pengkajian Budidaya Ramah Lingkungan BPTP Jawa Tengah. Pak Bejo yang tergabung pada kelompok taruna tani “Tani Maju” bagian dari Kelompok tani “Ngudi Rejeki” di Lingkungan Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Lahan yang digunakan seluas 700 m2, dengan jenis varietas Tawangmangu baru dan Lumbu Hijau Batu. Ramah lingkungan dimaksudkan bahwa usaha pertanian tidak banyak bergantung pada bahan kimia, baik pupuk dan pestisidanya. Dengan mengurangi bahan kimia otomatis juga dapat menekan biaya dan lebih efesien dalam penggunaan keduanya. Demikian Dr. Moh. Ismail Wahab, Kepala BPTP Jateng memberikan pengarahannya. Beliau juga berpesan kepada petani, agar tidak ragu bertanya dan menghubungi BPTP Jawa Tengah jika menemui masalah dalam budidaya bawang putih. “Kami punya ahlinya” lanjut beliau.

temukunjPertemuan dihadiri 75 orang peserta, juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kab. Karanganyar, Kepala BPTPH Kab. Karanganyar, BPSB, penyuluh, peneliti dan petani bawang putih. Kepala Distanbunhut Kab. Karanganayar, Siti Maesyaroh, mengapresiasi kegiatan BPTP Jateng di wilayahnya. Selain itu juga beliau menjelaskan, program bawang putih ramah lingkungan sejalan dengan program Bupati Karanganyar yang mencanangkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan desa wirausaha. Harapan kedepan kerjasama dengan BPTP Jateng terus berlanjut karena BPTP merupakan sumber teknologi, lanjutnya.

Dr. Bambang Prayudi dan Ir. Samijan, MSC., selaku peneliti yang terlibat pada kegiatan ini mengingatkan petani akan hal-hal penting terkait budidaya bawang putih, diantaranya,

  1. Pengendalian hama agar dilaksanakan serentak untuk menghindari penyebaran.
  2. Perlu ada koordinator yang mengkomando pengendalian hama. Hal ini mengingat beragamnya tanaman sayuran yang ditanam petani selain bawang putih dan karena satu jenis hama/penyakit dapat menyerang beberapa jenis sayuran sekaligus (misal: kubis, wortel, bawang putih),
  3. Varietas Lumbu Hijau digunakan untuk memperkaya penggunaan varietas karena penggunaan varietas yang berbeda dapat mengendalikan pertumbuhan cendawan,
  4. Gunakan urin sapi sebagai pupuk cair untuk memenuhi kebutuhan kalium tanaman.

Dalam diskusi, petani berharap ada stabililsasi harga dan harga tinggi untuk bawang putih, agar petani tetap bersemangat menanam bawang putih. Petani juga berharap terus ada pembinaan baik dari BPTP Jateng maupun instansi terkait untuk pengembangan bawang putih.

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

SDM Profesional

Peneliti Madya
Tota Suhendrata, Ir. M.Si. menyelesaikan pendidikan S1 dalam bidang manajemen penangkapan ikan pada Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor (1983), S2 dalam bidang Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan pada Fakultas Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (2001). Saat ini bekerja sebagai peneliti madya Sistem Usaha Pertanian pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah.
Joomla Templates by JoomlaVision.com