Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

DATA SATELIT PROVINSI JATENG

Banner3
Banner4
MKRPL
SMS Center
katam
Banner5
banner1

Publikasi

Kalender Kegiatan

<<  Jan 2015  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
     1  2  3  4
  5  6  7  8  91011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini491
mod_vvisit_counterMinggu Ini2860
mod_vvisit_counterBulan Ini22690
mod_vvisit_counterSemua218352

Video



Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module

Link Terkait

Polling

Bagaimana Pendapat Anda Tantang Website Ini?
 

Info Teknologi

Teknologi Pembuatan Minuman Nata De Coco Rasa Khas Daerah

article thumbnail



Pemanfaatan limbah pengolahan kelapa berupa air kelapa merupakan cara mengoptimalkan pemanfaatan buah kelapa. Limbah air kelapa cukup baik digunakan untuk substra [ ... ]


Budidaya Tomat

article thumbnail



Salah satu komoditas hortikultura yang dapat dikonsumsi sebagai sayuran atau buah segar adalah tomat. Tanaman tomat dapat ditanam didataran rendah sampai tinggi. Budida [ ... ]


Cara Penggunaan Pestisida

article thumbnail



Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Dalam konsep pengendalian hama terpadu (PHT), penggunaan pestisida d [ ... ]


Penggunaan Atap Plastik pada Praktek Pertanian

article thumbnail




Penggunaan atap plastik dengan plastik UV pada praktek budidaya tanaman, hortikultura, terutama pada musim penghujan (MH) utamanya dimaksudkan untuk mengura [ ... ]


Plasma Nutfah Kambing dan Domba di Jateng

article thumbnail




Kambing dan domba merupakan jenis ternak yang banyak dibudidayakan di Jawa Tengah. Beberapa keunggulan kambing dan domba lokal Jawa Tengah mempunyai ciri-ci [ ... ]


Intensifikasi Budidaya Bawang Putih Dataran Tinggi

article thumbnail


Bawang putih (Allium sativum L) selain merupakan jenis sayuran yang penting, juga merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru ekonomi dalam pembangunan pertanian. Bawa [ ... ]


Teknologi Lainnya ..


Sosialisasi dan Monev SPI di UKT/UPT Lingkup Balitbangtan PDF Cetak E-mail
Berita

sos SPI sos SPI

Pedoman pelaksanaan sistem pengendali internal (SPI) dimaksudkan sebagai acuan bagi unit kerja/unit pelaksana teknis (UK/UPT) untuk menerapkan SPI dalam rangka meningkatkan kinerja, transparansi, akuntabilitas, pengelolaan keuangan, dan pengamanan aset negara. Pedoman pelaksanaan SPI bertujuan memberikan panduan bagi UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian untuk menyusun pedoman teknis yang disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing. Hal tersebut disampaikan, Dr. Sri Widowati, selaku ketua tim SPI Badan Litbang Pertanian pada Sosialisasi dan Monev SPI di UKT/UPT Lingkup Badan Litbang Pertanian di BPTP Jateng, 1 September 2014. Pertemuan yang dihadiri juga oleh Tim SPI Balai Lingkungan Pertanian (Balingtan), Tim SPI BPTP DIY, Kabid Perencanaan Balitbangtan dan seluruh pegawai BPTP Jateng. Acara berlangsung diawali dengan pemaparan pelaksanaan SPI di BPTP Jawa Tengah, selaku tuan rumah dilanjutkan dengan sosialisasi dari Tim SPI Badan Litbang Pertanian dan selanjutnya pemaparan pelaksanaan SPI di Balingtan oleh KSPP Balingtan, Suharsih, S.Si dan Sinung Rustijarno, S.Pi, MSi., yang memaparkan pelaksanaan SPI pada BPTP DIY. Diskusi juga menjadi acara penting sosialisasi SPI, karena SPI merupakan tanggungjawab seluruh pegawai dan bukan hanya tugas tim satuan pelaksana SPI. SPI penting karena dengan adanya kontrol internal diharapkan mampu mengantisipasi adanya kesalahan atau sebagai koreksi terhadap kesalahan/kekurangan yang ada pada UK/UPT sebelum ada pemeriksa dari luar seperti Itjen atau BPK. Selain itu Tugas tim SPI antara lain memberi masukan dan saran kepada penanggungjawab/kepala UPT. Acara ditutup dengan evaluasi pelaksanaan SPI di BPTP Jawa Tengah, BPTP DIY dan Balingtan.

 
Kunjungan Plt Dirjen Tanaman Pangan ke Jawa Tengah PDF Cetak E-mail
Berita

dirjenLokasiBalai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah pada 2014 melaksanakan kegiatan produksi benih sumber kedelai kelas Fondation Seed/FS (Benih Dasar/BD) dan Stock Seed/SS (Benih Pokok/BP). Produksi benih sumber kedelai kelas FS di Kabupaten Kebumen seluas 13 Ha pada MT II. Hasil benih sumber kedelai kelas FS sebanyak 10.060 kg yang terdiri atas empat varietas (Grobogan, Anjasmoro, Gema dan Gepak Kuning). Benih-benih sumber ini didistribusikan sebagai bantuan/hibah kepada produsen benih kedelai di Provinsi Jawa Tengah. Jumlah bantuan benih sumber kedelai kelas FS kepada masing-masing produsen dilakukan berdasarakan pengajuan/kemampuan dari masing-masing produsen, dan akan dijadikan sebagai benih sumber kedelai untuk memproduksi benih sumber kedelai kelas SS. Sedangkan produksi benih sumber kedelai kelas SS dilaksankan pada MT III (Juli – September 2014) di Kabupaten Klaten. Saat ini tanaman baru berumur 6-7 minggu atau fase pengisian polong. Dalam rangkaian kunjungan kerja Plt Dirjen Tanaman Pangan Dr. Haryono yang juga selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) di Provinsi Jawa Tengah mengunjungi lokasi kegiatan produksi benih sumber kedelai kelas SS di Kabupaten Klaten, pada Selasa 26 Agustus 2014. Kegiatan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Kelompok Tani Sumber Agung di Desa Pakisan Kecamatan Cawas seluas 41 ha yang melibatkan sebanyak 256 petani. Target produksi benih sumber kedelai kelas SS sebanyak 41 ton. Plt Dirjen Tanaman Pangan menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan produksi benih sumber kedelai kelas SS yang dilakukan oleh BPTP Jawa Tengah sangat baik dan strategis dalam rangka penyediaan benih sumber kedelai di Jawa Tengah. Produksi benih sumber kedelai kelas SS ini seluruhnya juga akan dihibahkan kepada produsen benih kedelai yang ada di Jawa Tengah agar digunakan untuk benih sumber kedelai dalam memproduksi benih kedelai kelas ES (benih sebar). Selanjutnya dikatakan bahwa jika kegiatan ini berhasil maka akan dilanjutkan pada tahun mendatang sehingga di Kecamatan Cawas – Klaten akan dijadikan sebagai sentra produksi benih kedelai di Jawa Tengah. Kunjungan kerja Plt Dirjen Tanaman Pangan didampingi oleh Direktur Serealia, Direktur Perbenihan, Direktur Pengolahan Hasil, Kepala Pusat Penelitian Tanaman Pangan, Kepala Balai Besar Pasca Panen, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinasi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klaten, Kepala BPTP Jawa Tengah, Muspika Kecamatan Cawas, Kepala Desa Pakisan, peneliti, penyuluh, dan petani (JT).

 
Hijauan Kaliandra sebagai Pengganti Pakan Konsentrat PDF Cetak E-mail
Berita

Penggemukan sapi merupakan usaha mempercepat produksi daging, selain ditentukan oleh bibit bakalan yang akan digemukkan dipengaruhi pula oleh kualitas pakan yang diberikan. Penggemukan sapi secara komersial (± 3 bulan lamanya penggemukan) memerlukan pakan konsentrat hingga 80% dari total konsumsi pakan. Konsentrat adalah pakan selain hijauan yang mengandung energi dan protein tinggi serta rendah serat kasarnya. Konsentrat yang baik untuk penggemukan mengandung protein kasar minimal 12% dan energi/total digestible nutrients/TDN minimal 65% serta serat kasar maksimal 18%. Harga pakan konsentrat komersial per kilogram ± Rp. 2200 dan dibutuhkan pakan sebanyak 5-6 kg/hari untuk penggemukan sapi-sapi persilangan. Pada penggemukan sapi lokal (PO) diperlukan pakan konsentrat separuhnya saja (3 kg/hari). Kaliandra merupakan tanaman multiguna, baik sebagai tanaman pagar, pencegah erosi atau sebagai pakan. Perakarannya yang jauh masuk kedalam tanah memungkinkan penyerapan air tanah sehingga pada musim kemarau tetap menghasilkan hijauan.

Kaliandra adalah pakan hijauan dari jenis leguminosa yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan konsentratkaliandra daun. Kandungan nutrisi di dalam hijauan kaliandra meliputi: bahan kering : 39%,TDN : 62%, protein kasar : 28,30%, lemak kasar : 7,07%, serat kasar : 34,80%, abu : 2,28%, kalsium : 0,60% dan Posphor : 0,72% Hasil penelitian yang dilakukan di Wonosobo, menunjukkan bahwa kaliandra dapat digunakan sebagai pengganti pakan konsentrat pada penggemukan sapi persilangan Friesian Holstein (PFH) jantan sampai 25% dari total pakan konsentrat yang diberikan. Aplikasi pakan tersebut setara dengan pemberian 3 kg/ekor/hari hijauan segar kaliandra. Secara ekonomi pemanfaatan hijauan kaliandra ini dapat mengurangi pemberian pakan konsentrat sebesar 1,5 kg/ek/hari atau menghemat biaya pakan penggemukan sapi sebesar Rp.3300,-/ekor/hari. (Sumber : Ulin Nuschati)

 
Inovasi Teknologi Pertanian Dan Generasi Muda PDF Cetak
Berita
Senin, 18 Agustus 2014 00:00

“Tidak perlu ke Malaysia atau Singapura, di Indonesia saja....Indonesia kaya, semuanya ada”. Demikian ungkapan salah satu Guru SMPN 1 Bandongan kepada murid-muridnya saat mendampingi kunjungan lapang kegiatan Open House di Kebun Percobaan Bandongan pada 15 Agustus 2014. Ungkapan tersebut untuk mengajak murid-muridnya tidak perlu bekerja di luar negeri menjadi Tenaga Kerja Indonesia, lebih baik tetap di Indonesia memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Ada pandangan bahwa pertanian identik dengan pekerjaan kaum tua atau pekerjaan orang desa. Pada kenyataannya sebagian besar generasi muda enggan terjun di bidang pertanian dengan alasan bahwa pertanian merupakan pekerjaan kotor, hasil yang diperoleh harus menunggu lama dan dikerjakan secara intensif.

Pada rangkaian peringatan HUT Badan Litbang Pertanian ke 40,Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah menyelenggarakan Pekan Agro Inovasi Spesifik Jawa Tengah. Tujuan Pekan Agro Inovasi adalah mendiseminasikan inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi hasil penelitian dan pengkajian dari Badan Litbang Pertanian. Terkait dengan pertanian masa depan bahwa kemajuan pertanian tergantung pada generasi muda pada saat ini, apakah mereka mau untuk bekerja di sektor pertanian dan mau mengembangkannya? Oleh sebab itu salah satu kegiatan Pekan Agro Inovasi untuk memperkenalkan pertanian pada generasi muda sejak usia dini melalui Kunjungan Lapang untuk siswa sekolah mulai SD hingga PerguruanTinggi.

Kunjungan Lapang diikuti 139 peserta yang berasal dari SDN Bandongan 1, SMPN 1 Bandongan, SMPN 13 Bandongan, SMP Muhammadyah Bandongan, SMKN 1 Salam, SMK Muhammadyah Bandongan, dan Universitas Diponegoro. Teknologi yang diperkenalkan dalam kunjungan lapang antara lain: 1) inovasi teknologi padi yang meliputrice transplanter, display varietas unggul baru (VUB), display tanaman padi dengan berbagai stadia umur padi yang ditanam dengan indojarwo transplanter (2:1),  2) inovasi teknologi spesifik lokasi antara lain tanaman pangan dan hortikultura, 3) perbenihan UPBS, 4) inovasi teknologi integrasi tanaman dan ternak sapi berwawasan mandiri energi yang meliputi fermentasi jerami, pembuatan pakan ternak, budidaya sapi, pemanfaatan limbah ternak untuk biogas, 5) inovasi teknologi ayam kampung unggul baru(KUB), dan 6) pameran teknologi yang meliputi produk hasil, media cetak dan elektronik (brosur, leaflet, buku, poster, video), alat dan mesin pertanian, dan miniatur kawasan rumah pangan lestari (KRPL).

Diharapkan kunjungan lapang bagi siswa sekolah dapat memberikan dampak yang positif terhadap peserta. Peserta dapat lebih mengenali dunia pertanian terutama teknologi pertanian dan akhirnya mencintai dunia pertanian sehingga dapat besama-sama memajukan pertanian di Indonesia. Siapa lagi yang akan memajukan pertanian Indonesia kalau bukan generasi muda Indonesia. (FRPH)

 
Pertemuan Kelembagaan Penyuluhan Non Formal PDF Cetak E-mail
Berita

Para peserta pertemuan kelembagaan non formalBPTP Jawa Tengah sebagai unit kerja Badan Litbang Pertanian di daerah melaksanakan pemasyarakatan inovasi pertanian/rekomendasi teknologi usahatani melalui diseminasi. Inovasi hasil litkaji diharapkan sampai kepada pengguna secara cepat dan tepat sehingga pemasyarakatan inovasi hasil litkaji efektif, salah satunya adalah melalui Pertemuan Kelembagaan Penyuluhan Non Formal. Dilaksanakan pada 18-19 Agustus 2014, di Balai Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Pertanian Soropadan. Tujuan pertemuan ini, 1) Mendiseminasikan inovasi hasil litkaji komoditas padi, sapi dan kedelai kepada pengguna melalui metoda pertemuan kelembagaan penyuluhan non formal. 2) Menyusun strategi peningkatan kapasitas komunikasi dalam rangka percepatan dan efektivitas inovasi hasil litkaji kepada pengguna melalui metoda pertemuan kelembagaan penyuluhan non formal, 3) Mendapatkan data/informasi keefektifan metoda pertemuan kelembagaan penyuluhan non formal. Sebanyak 65 orang peserta hadir pada pertemuan, terdiri dari peneliti dan penyuluh, anggota dan pengurus KTNA, staf Pusat Pelatihan Pertanian Swadaya (P4S) dan petani kooperator. Materi pertemuan ini,

  1. Teknologi Pengelolaan Air pada Budidaya Padi Sawah untuk Antisipasi Anomali Iklim oleh   Dr. Joko Pramono, MP
  2. Inovasi Teknologi Mekanisasi Pertanian mendukung Swasembada Padi Berkelanjutan oleh  Ir. TotaSuhendrata, MSi
  3. Teknologi Budidaya dalam Rangka Peningkatan Produksi Kedelai oleh Dr. Bambang Prayudi
  4. Inovasi Usaha Ternak Sapi Mendukung Swasembada Daging oleh Ir. Subiharta
  5. Strategi Diseminasi dalam rangka Peningkatan Kapasitas Komunikasi oleh Ir. Trie Joko Paryono, MSi.

Kepala BPTP Jateng Kepala BPTP Jateng, Dr. Moh. Ismail Wahab, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa pada usia ke 20 tahun BPTP Jateng telah menghasilkan produk dan informasi teknologi. Beliau berharap apa yang telah dihasilkan BPTP dapat dimanfaatkan, misalnya, informasi inovasi teknologi, dapat memanfaatkan SMS Center BPTP Jateng. SMS Center yang berfungsi diantaranya untuk memberikan informasi tentang video terbaru yang ditayangkan melalui video portal BPTP dan menyebarluaskan informasi inovasi teknologi BPTP Jawa Tengah. Produk BPTP Jateng lainnya adalah benih sumber padi dan kedelai, sehingga apabila petani penangkar dan produsen benih padi dan kedelai membutuhkan benih sumber dapat menghubungi BPTP Jawa Tengah. Sebagai penutup Dr. Moh. Ismail Wahab, mengharapkan komunikasi dan interaksi peserta kepada BPTP Jateng terus ditingkatkan. Kegiatan pertemuan kelembagaan non formal ini adalah juga merupakan rangkaian acara Pekan Agroinovasi BPTP Jawa Tengah 2014.

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

SDM Profesional

Peneliti Utama
Ir. Muryanto, M.Si.. mendapatkan gelar Sarjana peternakan dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOE) Purwokerto pada tahun 1985 dan Pascasarjana dari Institut Pertanian (IPB) Bogor jurusan Ilmu Tenak diperoleh tahun 2002.
Joomla Templates by JoomlaVision.com