Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

DATA SATELIT PROVINSI JATENG

MKRPL
banner1
PHSL IRRI
Banner3
Banner4
Banner5
SMS Center

Publikasi

Kalender Kegiatan

<<  Nov 2014  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
       1  2
  3  4  5  6  7  8  9
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini727
mod_vvisit_counterMinggu Ini3559
mod_vvisit_counterBulan Ini19223
mod_vvisit_counterSemua170795

Video



Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module

Link Terkait

Polling

Bagaimana Pendapat Anda Tantang Website Ini?
 

Info Teknologi

Plasma Nutfah Kambing dan Domba di Jateng

article thumbnail




Kambing dan domba merupakan jenis ternak yang banyak dibudidayakan di Jawa Tengah. Beberapa keunggulan kambing dan domba lokal Jawa Tengah mempunyai ciri-ci [ ... ]


Keripik Pisang Rasa Coklat Berkualitas

article thumbnail




Pisang merupakan salah satu jenis buah-buahan yang dapat dimanfaatkan dalam keadaan mentah maupun masak dan dapat dikonsumsi dalam bentuk segar sebagai buah [ ... ]


Penggunaan Atap Plastik pada Praktek Pertanian

article thumbnail




Penggunaan atap plastik dengan plastik UV pada praktek budidaya tanaman, hortikultura, terutama pada musim penghujan (MH) utamanya dimaksudkan untuk mengura [ ... ]


Teknologi Pengolahan Complete feed

article thumbnail



Complete feed atau pakan komplit adalah pakan lengkap yang mampu memenuhi kebutuhan zat gizi ternak selama 24 jam. Pakan komplit akan meningkat kualitasnya apabila mel [ ... ]


Cara Mudah Membuat Pupuk Organik Dengan Orgadec

article thumbnail

 

Pupuk organik biasanya dibuat melalui proses dekomposisi secara alami yang memerlukan waktu lama. Saat ini inovasi untuk mempercepat proses pengomposan bahan organ [ ... ]


Produk Olah Jambu Mete

article thumbnail



Jambu mete (Anacardium ocidentale L.) adalah komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, antara lain berfungsi sebagai tanaman penghijauan, hasil bijinya  [ ... ]


Teknologi Lainnya ..


MP2T3 : Budidaya Tebu Berbasis Inovasi Mendukung Produktivitas Gula Nasional PDF Cetak
Berita

Jaken, Pati – Dr. Haryono, Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) berkesempatan melaksanakan panen tebu di Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken, Pati, Jawa Tengah yang merupakan salah satu lokasi dari 6 unit lokasi Demplot Model Percepatan Penerapan Teknologi Tebu Terpadu (MP2T3) yang tersebar di 5 kabupaten sentra produksi tebu Jawa Tengah pada tanggal 12 Juli 2014. Panen dilakukan pada tanaman tebu dengan sistem tanam juring ganda, yang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan dari 50 ton/ha menjadi 90 ton/ha atau 80% lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi eksisting petani.

Kepala Balitbangtan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa ketika berbicara mengenai tebu berarti juga berbicara tentang gula, dan sebaliknya. Artinya harus ada sinergisme, keterpaduan dan harmonisasi antara hulu-hilir, on-farm dan off-farm dari masing-masing pelaku (Petani sebagai produsen bahan baku dan pabrik gulase bagai pengolah bahan baku menjadi gula). Gula merupakan komoditas strategis sehingga menjadi komoditas yang mendapatkan prioritas Kementerian Pertanian. Oleh karenanya, Balitbangtan ikut mendorong mengalirkan dan mempercepat teknologi pertebuan yang dihasilkan ke petani.

Dalam sambutannya Bupati Pati yang diwakili Asisten Dua Kabupaten Pati, Pujo Winarno, menyampaikan bahwa Kabupaten Pati merupakan lumbung tebu Jawa Tengah yang memasok bahan baku tebu untuk tiga pabrik gula (PG Trangkil, PG Rendeng, dan PG Pakis Baru), dengan luas pertanaman tebu ± 160.000 ha dan menyerap tenaga kerja hingga 120.000 orang. Persoalan yang dihadapi adalah produktivitas dan rendemen gula yang rendah. Rendemen yang menjadi patokan pabrik 7,5 sementara dari panen yang diperoleh adalah 6,4. Oleh karenanya diharapkan dengan penerapan teknologi budidaya dan pascapanen dapat memberikan solusi yang tepat atas permasalahan tersebut.

Pada prinsipnya, penentu besarnya rendemen adalah kualitas tebu yang dihasilkan petani, serta prestasi PG yang ditunjukkan dengan capaian efisiensi teknis yang menghasilkan besarnya persenta se tebu yang digiling menjadi gula. Artinya apa yang disampaikan Kepala Balitbangtan tentang harmonisasi, sinergitas dan keterpaduan antar pelaku akan menentukan prestasi indutri pergulaan di Indonesia. Model Percepatan PenerapanTeknologi TebuTerpadu (MP2T3) telah dicanangkan oleh Menteri Pertanian pada tahun lalu (2013) di Kabupaten Pati, yang merupakan tonggak awal pencanangan budidaya tebu berbasis inovasi yang dilaksanakan di 11 Provinsi penghasil gula nasional. Diharapkan menjadi modal untuk mendukung pencapaian sasaran Swasembada Gula Nasional.

Model percepatan penerapan teknologi tebu terpadu (MP2T3) merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas tebu dan rendemen gula nasional yang diharapkan berdampak terhadap peningkatan produksi gula nasional secara nyata untuk mencapai swasembada gula nasional. Dukungan inovasi teknologi dilakukan dengan mengintegrasikan antara lain penggunaan bahan tanaman unggul, sistem tanam juring  ganda, pengelolaan hara tanaman, penggunaan bahan organik, serta pemeliharaan intensif.

Sistem tanam juring ganda dalam penerapannya mirip dengan sistem tanam jajar legowo (jarwo) pada tanaman padi, yang pada prinsipnya adalah penataan tanaman dalam barisan sedemikian rupa sehingga populasi tanaman meningkat, dan memberikan tata ruang dan lingkungan tumbuh yang memungkinkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Diharapkan dengan inovasi tersebut dapat mengungkit peningkatan produktivitas tebu dan rendemen gula.

Tentunya kedepan apabila produktivitas bisa ditingkatkan melalui penerapan inovasi dan intensifikasi, dibarengi perbaikan manajemen pengangkutan serta revitalisasi Pabrik Gula maka apa yang diharapkan pelaku industry pergulaan dapat terealisasi. Sehingga yang dibutuhkan adalah koordinasi yang sinergis dengan berbagai pihak, simplifikasi, dan komunikasi. Balitbangtan siap mendukung melalui sumbangan inovasi untuk menghasilkan varietas spesifik lokasi dengan rendemen inggi,teknologi perbanyakan bibit, teknologi budidaya, serta berbagai alat dukung seperti alat ukur rendemen tebu, perangkat uji tanah, bagan warna daun dan alat dukung lainnya (BH).

 
Pendampingan PSDS di KTT Rukun Sentosa Desa Asinan, Kab. Semarang PDF Cetak E-mail
Berita

Sapi-sapi yang akan mendapat pakan BPTPDiskusi para peneliti untuk penentuan perlakuanSasaran pendampingan P2SDS (Program Percepatan Pencapaian Swasembada Daging Sapi) pada 2014 adalah kemampuan penyediaan daging sapi lokal sebesar 90-95 % dari kebutuhan daging sapi dalam negeri. Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan memperkirakan kebutuhan daging tahun 2014 sebesar 414.317 ton atau setara dengan populasi 14,23 juta ekor. Untuk tercapainya populasi tersebut harus ada kenaikan populasi sebesar 26,81%. Jawa Tengah diharapkan berperan dalam mendukung tercapainya program PSDS mengingat populasi sapi potong nomor dua nasional yaitu 2,09 juta ekor dan produksi daging sapi 60,8 ton pada taun 2012. Salah satu tujuan dari kegiatan PSDS untuk pendampingan klaster sapi potong dengan fasilitas kredit KPP-E di Jawa Tengah. Diantara lokasi pendampingan kegiatan ini adalah Kelompok Tani Ternak (KTT) Rukun Sentosa di Desa Asinan, Kec. Bawen, Kab. Semarang yang memperoleh fasilitas KPP-E dari BRI. Usia KTT ini masih sangat muda yakni dibentuk pada akhir tahun 2013, jumlah anggota kelompok 20 orang dan jumlah sapi yang digemukkan ada 48 ekor (sapi lokal dan peranakan unggul) yang dikelola dengan manajemen kelompok. Tim PSDS Balai Pengkajian Teknologi Perrtanian Jawa Tengah dengan penanggung jawab Ir. Subiharta berperan dalam pendampingan teknologi pakan dan kelembagaan kelompok. Pada awal Juli 2014 ini memasuki tahap persiapan dalam kegiatan pendampingan di Desa Asinan ini, dimulai dengan pendataan breed sapi dan penimbangan bobot awal ternak. Breed sapi yang digunakan sebagai materi pendampingan uji coba pakan adalah sapi-sapi peranakan unggul, yakni Simmental, Limmosin dan Brangus dengan jumlah keseluruhan ada 21 ekor yang selanjutnya dikelompokkan menjadi 3 sehingga masing-masing ada 7 ekor sapi untuk setiap perlakuan formula pakan. Pakan yang di ujicobakan erdiri dari : 1. Pakan formula petani yang difermentasi, 2. Pakan formula BPTP yang difermentasi dan 3.Pakan fomula BPTP + singkong segar (UN).

 
Sosialisasi Uji Pakan Konsentrat PPM Di Desa Nogosari-Boyolali PDF Cetak E-mail
Berita

Sapi yang akan mendapatkan pakan produksi BPTP JatengTugas BPTP diantaranya adalah melakukan penelitian dan pengkajian teknologi pertanian sesuai dengan etika dan standar metodologi penelitian dan pengkajian dan menghasilkan dan mendiseminasikan inovasi pertanian spesifik lokasi sesuai kebutuhan pengguna dan pasar. Hal ini yang diinformasikan oleh Dr. Susanto Prawirodigdo pada pertemuan sosialisasi kegiatan pengujian pakan konsentrat produksi pabrik pakan mini (PPM) BPTP Jateng dilakukan di Kelompok Tani “Maju Makmur” di Desa Nogosari, Kecamatan Nogosari, Kab. Boyolali. Pertemuan yang diawali dengan penjelasan tentang Tupoksi BPTP tersebut bertujuan agar petani faham bahwa BPTP mempunyai tugas meneliti/mengkaji sehingga yang bisa diberikan ke petani adalah teknologi pertanian, bukan bantuan modal. Selanjutnya hasil pengkajian diharapkan dapat digunakan petani sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani. Sosialisasi ini memberikan penjelasan mengenai maksud dan tujuan kegiatan, yaitu untuk menguji ransum formulasi BPTP yang memiliki kandungan gizi seimbang dan harga lebih ekonomis. Selain itu juga untuk mengetahui respon petani terhadap pakan konsentrat yang diprooduksi oleh PPM - BPTP Jawa tengah. Pengujian dilakukan dengan membandingkan konsentrat produksi PPM BPTP Jateng dengan ransum yang biasa digunakan oleh petani kooperator. Pakan yang diindroduksikan pada kelompok tani ini adalah ransum penggemukan sapi potong. Guna mengetahui komposisi pakan dalam ransum pola eksisting petani, telah dilakukan pendataan tentang jenis pakannya, apa saja dan berapa banyak diberikan. Dilakukan pula pendataan ternak sapi yang akan digunakan sebagai materi percobaan. Setelah pendataan dan diskusi, dilanjutkan menseleksi materi sapi yang akan digunakan untuk pengujian ransum formulasi BPTP vs eksisting. Seleksi dilakukan di kandang kooperator yang lokasinya berjauhan antara kooperator satu dengan lainnya. (UN)

 
Pelatihan Aplikasi Mesin Rice Transplanter Bagi Penyuluh Pertanian PDF Cetak E-mail
Berita

lattestpraktekSalah satu solusi untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja tanam bibit padi yang semakin tinggi adalah dengan menerapkan rice transplanter (mesin tanam bibit padi). Penerapan rice transplanter selayaknya diikuti dengan praktek mengoperasikan mesin tersebut di lapangan. BPTP Jawa Tengah bekerja sama dengan Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluh Pertanian (Set. Bakorluh) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM bagi para penyuluh pertanian PNS dan THL-TBPP tentang aplikasi mesin tanam bibit padi (rice transplanter ) pada 16-18 Juni 2014. Peserta pelatihan sebanyak 60 orang berasal dari Kabupaten Temanggung, Karanganyar, Sukoharjo, Sragen, Purbalingga, Banjarnegara, Boyolali, Magelang, Grobogan, Cilacap, Purworejo, Demak, Kebumen, dan Semarang. Pelaksanaan pelatihan dibagi menjadi 2 kelas, yaitu 1 kelas terdiri 30 orang penyuluh pertanian PNS dan 1 kelas lainnya terdiri dari 30 orang penyuluh THL-TBPP. Pelatihan menggunakan dua metode yaitu metode pemberian materi di ruang kelas (indoor) pada 16 dan 18 Juni 2014 di Hotel Reza Agatha, Bandungan, Kab. Semarang serta metode praktek lapang yang dilaksanakan di kebun percobaan (KP) milik BPTP Jawa Tengah yaitu di KP. Bandongan, Magelang pada 17 Juni 2014. Sebelum pelaksanaan pelatihan dilaksanakan Pre-Test mengenai pengetahuan peserta terhadap rice transplanter, sedangkan pada akhir pelatihan dilaksanakan Post-Test mengenai persepsi dan sikap peserta terhadap inovasi teknologi rice transplanter dan metode penyelenggaraan pelatihan. Selain itu juga dilaksanakan Post-Test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta terhadap teknologi rice transplanter. Materi pelatihan yang diajarkan dari Dispertan TPH Provinsi Jawa Tengah adalah Kebijakan Pengembangan Mekanisasi dan Pengelolaan/Pengembangan Alsintan di Jawa Tengah. Materi dari BPTP Jawa Tengah meliputi Cara Penyemaian Sistem Kering Menggunakan Dapog, Aplikasi Mesin Transplanter di Lapangan, Peran BPTP Jawa Tengah dalam Mendukung Mekanisasi Pertanian di Jawa Tengah dan Keunggulan Sistem Tanam “jarwo” pada Usaha Tani Padi Sawah. Materi Praktek Lapang yang disampaikan di KP. Bandongan meliputi : (1) Penyiapan media penyemaian dengan dapog, (2) seed treatment, (3) penyemaian benih dalam dapok dengan menggunakan alat semai (seeder) dan dengan cara manual, (4) pemeliharaan penyemaian dalam dapog, dan (5) aplikasi tanam bibit padi menggunakan rice transplanter sistem tegel dan indo jarwo transplanter. Sebelum pelaksanaan praktek lapang, Ir. Tota Suhendrata, M.Si selaku peneliti BPTP Jawa Tengah menjelaskan dan memperkenalkan display/peragaan benih dan bibit padi pada kondisi : (a) benih siap sebar dalam dapok (telah dilakukan seed treatment) dan (b) bibit padi dalam dapog berumur 5 HSS; 10 HSS, 14 HSS (bibit siap tanam dengan mesin rice transplanter). Semua peserta mengikuti praktek lapang secara antusias, mulai dari menyiapkan media tanam dengan dapog, menyemai benih padi dalam dapog baik secara manual maupun menggunakan seeder dan mempraktekkan tanam bibit padi menggunakan rice transplanter sistem tegel maupun indo jarwo transplanter di lahan sawah. Rice transplanter yang diperkenalkan kepada peserta pelatihan meliputi 2 macam alat yaitu (1) rice transplanter dengan sistem tanam tegel dan (2) rice transplanter dengan sistem tanam jajar legowo (indo jarwo transplanter) yang merupakan prototipe hasil Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BB Mektan). (SCB)

 
Good Agricultural Practise Perlu Ditingkatkan PDF Cetak E-mail
Berita

Good Agricultural Practise perlu ditingkatkan untuk menghadapi persaingan di pasar global demikian disampaikan Gubernur Jawa Tengah melalui Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Ir. Suryo Banendro, M.Si. dalam sambutan penutupan Gelar Promosi Agribisnis (GPA) VI tahun 2014. Penutupan Gelar Promosi Agribisnis VI tahun 2014 dilaksanakan pada  23 Juni 2014 dihadiri Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura, Kepala-kepala SKPD Propinsi Jawa Tengah, Kepala BPTP Jawa Tengah, perwakilan dinas kabupaten, wakil dari stan pameran, dan para pemenang lomba.

joglomenustn

GPA juga disebut sebagai sarana yang tepat dalam pemasaran hasil mcgpertanian di Jawa Tengah namun perlu diingat bahwa GPA jangan hanya dianggap sebagai rutinitas tetapi penyelenggaraan GPA harus ditingkatkan setiap tahunnya. Hasil transaksi pasar lelang selama penyelenggaran GPA mencapai 14,484 miliar demikian laporan yang disampaikan ketua panitia GPA. Komoditas yang tersebut terdiri dari beras, jagung, singkong, gula merah, minyak goreng dan lain-lain. Sedangkan transaksi yang dilakukan oleh stan-stan di lokasi GPA sebesar 408 juta dan masih ada transaksi-transaksi lain yang tidak tercatat dalam penyelenggaraan GPA ini. Dilaporkan pula bahwa penyelenggaran berjalan dengan lancar baik acara, display tanaman, transaksi, dan perlombaan-perlombaan. Selama penyelenggaran tercatat rata-rata pengunjung sebanyak 11 ribu orang per hari dan puncak kunjungan terbanyak pada hari sabtu dan minggu. (FRPH)

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

SDM Profesional

Penyuluh Madya
Ir. Ekaningtyas Kushartanti, MP menyelesaikan S1 pada UNS Surakarta dengan jurusan Agronomi pada tahun 1983, S2 jurusan Penyuluhan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada Yogyakarta (2001).
Joomla Templates by JoomlaVision.com