Print this page

LTT UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI

Created at 10 September 2018 Written by 
Published in Berita

Temu lapang percepatan tanam di Desa Wanogara Kulon Kec. Rembang, Purbalingga. Dihadiri oleh Plt. Bupati Purbalingga, Dandim Purbalingga, Kapolres, Kadistan Purbalingga, Kepala BPS, Kepala Bulog sub divre Banyumas, Kepala Balai Veteriner Subang, Camat Rembang, petani dan peserta lain hingga 300 orang. Acara tanam bersama plt. Bupati ini, merupakan momentum akselerasi tanam agar waktu tanam petani bisa maju dari kebiasaan petani yang tanam di November. Potensi tanam pada September di Desa Wanogara Kulon seluas 76.4 hektar dan telah tertanami 51 hektar. Sisa lahan seluas 25.4 hektar terkendala ketersediaan air. Permasalahan yang dihadapi petani terkait sedimentasi, kerusakan jaringan irigasi menyebabkan pasokan air ke lahan sawah terganggu. Bendungan Setangkil belum berfungsi sehingga pola tanam padi 3 kali dalam setahun belum dapat terealisasi.

 

 

Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga terdiri atas 12 desa dengan ketinggian tempat antara 154 – 350 mdpl. Karakteristik wilayah Kecamatan Rembang adalah 15% datar, 10% bergelombang dan 75% berbukit dengan kemiringan tanah berkisar antara 35-70%. Dalam setahun secara reguler yang hanya bisa ditanami sekali adalah 100 hektar. Wilayah 100 hektar tersebut adalah, Bantarbarang 14 hektar, Bodaskarangjati 66 hektar, Panusupan 11 hektar dan Makam 9 hektar. Sedangkan yang bisa ditanami dua kali dalam setahun seluas 1259 hektar. Perlu diketahui bahwa mayoritas lahan sawah di kecamatan Rembang adalah lahan tadah hujan, sehingga diperlukan tata kelola air yang baik agar mampu mencukupi kebutuhan air di lahan. Permasalah yang ada di wilayah ini, diantaranya 1). Pembangunan dan perbaikan irigasi baik primer, sekunder maupun tersier (akibat rusak karena gugur, sedimentasi yang mengakibatkan debit air berkurang dan kebocoran air di saluran tersier sehingga air tidak sampai ke sawah). 2) Pengupayaan penggunaan sumber-sumber air dengan pompa air yang masih kurang; 3). Penanganan hama tikus yang endemis yang mengakibatkan para petani enggan untuk mengolah sawah sesegera mungkin. 4). Budaya atau kebiasaan petani yang tidak segera mengolah lahan setelah panen (efek setelah mendapatkan hasil panen).

 

“Adalah menjadi tugas bersama mengatasi permasalahan yang ada. Terutama koordinasi dan upaya-upaya dari semua pihak yang berkaitan seperti Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum sektor Pengairan, dan pihak-pihak terkait lain. Yang tak kalah penting adalah bimbingan dan pemdampingan dari BPTP untuk alih teknologi. Harapannya, dengan pendampingan inovasi teknologi, para petani di Kecamatan Rembang semakin terbuka wawasannya, semakin luas ilmunya sehingga pertanian komoditas padi bisa semakin maju ke depannya. Tanam bersama untuk LTT diharapkan produksi padi di Kab.Purbalingga bisa surplus, ketahanan pangan tercapai serta rakyat sejahtera”. Demikian Dyah Hayuning Pratiwi sebagai Plt Bupati Purbalingga, menyampaikan sambutannya.

Saat yang sama juga dilakukan penyerahan ayam untuk program Bekerja kepada tiga puluh delapan rumah tangga petani dan UPPO senilai 200 juta.

Read 343 times